Riwayat Singkat Perusahaan

Perusahaan memulai usaha distribusinya dengan mendirikan PT Djangkar Djati di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1964 untuk mengimpor barang-barang konsumsi dan mengekspor barang-barang komoditi ke Singapura.

Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang perdagangan, termasuk perdagangan ekspor dan impor, baik untuk perdagangan sendiri maupun secara komisi, pembangunan, industri, perbengkelan, pengangkutan, pertanian dan percetakan.

Sejak tahun 1973, usaha distribusi juga diperluas ke beberapa jenis produk antara lain : makanan, minuman, susu bubuk, mie instan, perawatan diri, kosmetik, obat-obatan, perawatan rumah tangga dan  minyak goreng.

Sejalan dengan penambahan jenis produk, Perusahaan juga memperluas wilayah distribusinya ke kota-kota besar di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Pada tahun itu juga usaha distribusi dialihnamakan ke PT Wicaksana Overseas Import yang pada tahun 1992 berganti nama menjadi PT Wicaksana Overseas International (Perusahaan).

Pada tahun 1994, Perusahaan melakukan penawaran umum saham sejumlah 20.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham kepada masyarakat dengan harga Rp3.250 per saham. Sampai dengan akhir Desember 1995, dana hasil penawaran umum saham tersebut telah habis digunakan sesuai dengan rencana Perusahaan pada saat menjadi perusahaan publik tersebut. Perusahaan telah melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 menjadi Rp500 yang    tercatat sejak tanggal 9 September 1996. Pada tahun 1997, Perusahaan mengkapitalisasi sebagian agio saham ke modal saham dimana setiap pemegang 50 saham lama mendapatkan 34 saham baru.

Pada tanggal 22 Nopember 2000, Perusahaan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. IX.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-44/PM/1998 tanggal 14 Agustus 1998 telah mengkonversikan hutangnya kepada kreditur sebesar US$9.349.799 menjadi saham, dimana setiap US$ 1 memperoleh enam (6) saham atau seluruhnya dikonversikan menjadi 56.098.805 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Harga pasar per lembar saham pada saat konversi adalah sebesar Rp750. Dengan demikian, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi 277.858.805 saham. Seluruh saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 April 2001.

Pada tanggal 19 Oktober 2006, Perusahaan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.D.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-44/PM/1998 tanggal 14 Agustus 1998 telah mengkonversikan hutangnya sebesar US$54.075.304 menjadi saham sebanyak 991.092.172 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Penerbitan saham baru ini mengakibatkan peningkatan modal dasar Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan peningkatan modal dasar di atas telah disetujui oleh para pemegang saham sesuai risalah rapat umum pemegang saham luar biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris Imas Fatimah, S.H. No. 30 tanggal 14 Desember 2006. Modal dasar Perusahaan meningkat dari Rp400 miliar menjadi        Rp900 miliar dengan nilai nominal Rp500 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-03894 HT.01.04-TH.2006 tanggal 19 Desember 2006. Seluruh saham Perusahaan sebanyak 1.268.950.977 lembar saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Maret 2007. Sebagai catatan, harga saham terendah selama tahun 2012 adalah Rp52 pada bulan September dan tertinggi adalah Rp81  pada bulan April tahun 2012.

Untuk mendistribusikan produk-produk itu, Perusahaan memiliki 30 lokasi jaringan distribusi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia dan didukung oleh 338 karyawan. Dengan jaringan distribusi yang cukup luas, Perusahaan berhasil meraih kepercayaan untuk mendistribusikan produk dari para prinsipal.